Sumber foto: ampthemag.com

Meneroka Festival


“Sithik-sithik kok festival”. Kira-kira seperti itulah gerundelan waton yang muncul dari kawan saya. Ungkapan itu mencuat beberapa waktu lalu ketika kami ngobrol ngalor-ngidul dan sedikit menyinggung tentang geliat seni dan budaya di Yogyakarta. Ia, meski harus diakui terkesan agak nyinyir, menyampaikan kejengahannya tentang penggunaan kata festival di berbagai helatan. Menurut hematnya, saking sering sebuah terminologi digunakan, maka tidak jarang pula…

Selengkapnya »
LastElise Memorabilia Cover Melankolia Senja

Last Elise Rilis Melankolia Senja


Last Elise, sebuah projek yang digawangi oleh Uya Cipriano (vocal/gitar/synth/piano) dan Erwyn Leboy (drums/percussion/organ) merilis sebuah single berjudul Melankolia Senja. Lagu ini sendiri bercerita tentang kejenuhan sebagai salah satu fase dalam siklus kehidupan manusia. Tentang pertanyaan yang tak terjawab, tentang keresahan akan pilihan dan hal-hal yang seharusnya seseorang capai. “Tentang usia senja dan segenap penyesalan yang tidak akan pernah lepas…

Selengkapnya »
Dok: Deugalih.

Deugalih Merilis Video Klip Tanahku Tidak Dijual


Setelah sebelumnya merilis video klip untuk single pertama “Di Kampungku”, Deugalih kembali dengan video klip kedua dari album solonya yang berjudul sama, “Tanahku Tidak Dijual” Tidak butuh waktu lama untuk Deugalih menemukan arsirannya dengan Wanggi Hoed yang selama ini konsisten menyuarakan isu kemanusiaan, salah satunya adalah permasalahan tanah. Video klip berdurasi 3 menit 35 detik ini direkam di areal Pasir…

Selengkapnya »
dok.Tan Kinira

Kegelisahan dalam Pias


Setiap orang punya kegelisahan, tapi tidak semua orang menuliskan kegelisahannya. Pias adalah sebuah manifestasi kegelisahan. Tepatnya, kegelisahan Aris Setyawan. Meski tajuk buku ini sesederhana Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya, saya mendapati bahwa seluruh tulisan di dalamnya tak lepas dari kerangka kritik. Maka boleh saya bilang, Pias adalah buku kritik seni dan budaya—dalam pengertian yang luas. Selama ini, sependek yang saya…

Selengkapnya »
dok. Agustinus Rangga

Kultus Kargo dan Dunia Spiritual Masyarakat Melanesia


Sekitar empat bulan lalu, kanal You Tube bernama Java Films merilis sebuah video berjudul “John Frum Cult in Tanna”. Secara ringkas, video tersebut menceritakan pecahnya kultus John Frum karena kedatangan seorang ‘nabi’ baru bernama Fred. Penganut kultus John Frum digambarkan mulai meninggalkan kepercayaannya dan pecah menjadi kelompok-kelompok kecil. Video itu menjadi penting karena merekam sejarah gerakan kultus kargo yang ada…

Selengkapnya »
dok. Teater Tamara

Tragedi itu Bernama “Gejolak Makam Keramat”


Satu hal yang dibutuhkan agar tragedi tidak terulang adalah dengan meretrospeksi memori. Dengan memori kolektif, tragedi pun berhasil dipertunjukan. Sekitar 200 kursi penonton disediakan di depan panggung di dalam gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH UGM) pada Kamis (13/7) malam. Beberapa kursi lainnya yang berada di atas panggung disusun melingkar dengan tiang lampu neon putih bercabang tiga sebagai titik pusatnya.…

Selengkapnya »
Dok. Piring Tirbing Production

(Hasrat) Yang Kini Terbaring


“Cinema is the ultimate pervert art. It doesn’t give you what you desire, it tells you how to desire.” –Slavoj Žižek Saya merasa perlu mengawali tulisan ini dengan kutipan dari pernyataan filsuf kontroversial Slovenia, Slavoj Žižek. Pernyataan tersebut ia lontarkan sebagai pembuka dalam film yang ia bintangi The Pervert’s Guide to Cinema (2006). Dalam pemahaman Žižek, hasrat (desire) bukanlah sesuatu…

Selengkapnya »
Artwork Cover Jono Terbakar - Pesantren Kilat (Dok. Jono Terbakar)

Jono Terbakar Merilis Mini-Album “Pesantren Kilat”


Duo akustik jenaka asal Yogyakarta, Jono Terbakar cukup produktif akhir-akhir ini. Hingga bulan Juni 2017, mereka telah merilis dua mini album. Beberapa waktu lalu, tepatnya 14 Juni 2017, mereka resmi merilis karya mereka yang terbaru, berjudul Pesantren Kilat. Memanfaatkan momentum Bulan Ramadhan, duo ini memungkasi produktifitas mereka di tahun ini setelah beberapa waktu yang lalu mereka juga merilis mini-album untuk…

Selengkapnya »
"Potret Kembar 1975" karya T Sutanto. (Dok.Dia.Log.Gue)

T Sutanto Pamerkan Karya Cetak Saring Pilihan


Seniman grafis T Sutanto memamerkan karya-karya pilihannya yang dibuat pada periode 1975 – 1993 di Galeri Dia.Lo.Gue, Jakarta Selatan. Pameran bertajuk “Berselingkuh dengan Masa Lalu, Berkencan dengan Masa Depan” itu dibuka pada Rabu (14/6) lalu, dan akan berlangsung hingga 14 Juli mendatang. Dalam siaran persnya, penulis pameran Chabib Duta Hapsoro menjelaskan bahwa pameran ini menghadirkan karya-karya pilihan T. Sutanto, khususnya…

Selengkapnya »
Ary Juliyant di Pertunjukan Tausiyah Bunyi (23/01) (Serunai / Foto: Poetra Januar)

Ary Juliyant: Saatnya Redefinisi Musik Indie


Perbincangan dengan Ary Juliyant. Presiden indie Indonesia dengan semangat gerilya membuncah. Warung itu bernama Pecel Pincuk. Hidangan yang dijajakan beragam. Namun, kopi hitamnya yang menjadi primadona bagi khalayak. Terutama bagi mahasiswa Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta yang sering bertandang ke sana. Warung ini mepet sawah, berlokasi lebih kurang 200 meter sebelah selatan Kampus Sewon. Beberapa bulan…

Selengkapnya »