dok. Agustinus Rangga

Kultus Kargo dan Dunia Spiritual Masyarakat Melanesia


Sekitar empat bulan lalu, kanal You Tube bernama Java Films merilis sebuah video berjudul “John Frum Cult in Tanna”. Secara ringkas, video tersebut menceritakan pecahnya kultus John Frum karena kedatangan seorang ‘nabi’ baru bernama Fred. Penganut kultus John Frum digambarkan mulai meninggalkan kepercayaannya dan pecah menjadi kelompok-kelompok kecil. Video itu menjadi penting karena merekam sejarah gerakan kultus kargo yang ada…

Selengkapnya »
dok. Teater Tamara

Tragedi itu Bernama “Gejolak Makam Keramat”


Satu hal yang dibutuhkan agar tragedi tidak terulang adalah dengan meretrospeksi memori. Dengan memori kolektif, tragedi pun berhasil dipertunjukan. Sekitar 200 kursi penonton disediakan di depan panggung di dalam gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH UGM) pada Kamis (13/7) malam. Beberapa kursi lainnya yang berada di atas panggung disusun melingkar dengan tiang lampu neon putih bercabang tiga sebagai titik pusatnya.…

Selengkapnya »
Dok. Piring Tirbing Production

(Hasrat) Yang Kini Terbaring


“Cinema is the ultimate pervert art. It doesn’t give you what you desire, it tells you how to desire.” –Slavoj Žižek Saya merasa perlu mengawali tulisan ini dengan kutipan dari pernyataan filsuf kontroversial Slovenia, Slavoj Žižek. Pernyataan tersebut ia lontarkan sebagai pembuka dalam film yang ia bintangi The Pervert’s Guide to Cinema (2006). Dalam pemahaman Žižek, hasrat (desire) bukanlah sesuatu…

Selengkapnya »
Artwork Cover Jono Terbakar - Pesantren Kilat (Dok. Jono Terbakar)

Jono Terbakar Merilis Mini-Album “Pesantren Kilat”


Duo akustik jenaka asal Yogyakarta, Jono Terbakar cukup produktif akhir-akhir ini. Hingga bulan Juni 2017, mereka telah merilis dua mini album. Beberapa waktu lalu, tepatnya 14 Juni 2017, mereka resmi merilis karya mereka yang terbaru, berjudul Pesantren Kilat. Memanfaatkan momentum Bulan Ramadhan, duo ini memungkasi produktifitas mereka di tahun ini setelah beberapa waktu yang lalu mereka juga merilis mini-album untuk…

Selengkapnya »
"Potret Kembar 1975" karya T Sutanto. (Dok.Dia.Log.Gue)

T Sutanto Pamerkan Karya Cetak Saring Pilihan


Seniman grafis T Sutanto memamerkan karya-karya pilihannya yang dibuat pada periode 1975 – 1993 di Galeri Dia.Lo.Gue, Jakarta Selatan. Pameran bertajuk “Berselingkuh dengan Masa Lalu, Berkencan dengan Masa Depan” itu dibuka pada Rabu (14/6) lalu, dan akan berlangsung hingga 14 Juli mendatang. Dalam siaran persnya, penulis pameran Chabib Duta Hapsoro menjelaskan bahwa pameran ini menghadirkan karya-karya pilihan T. Sutanto, khususnya…

Selengkapnya »
Ary Juliyant di Pertunjukan Tausiyah Bunyi (23/01) (Serunai / Foto: Poetra Januar)

Ary Juliyant: Saatnya Redefinisi Musik Indie


Perbincangan dengan Ary Juliyant. Presiden indie Indonesia dengan semangat gerilya membuncah. Warung itu bernama Pecel Pincuk. Hidangan yang dijajakan beragam. Namun, kopi hitamnya yang menjadi primadona bagi khalayak. Terutama bagi mahasiswa Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta yang sering bertandang ke sana. Warung ini mepet sawah, berlokasi lebih kurang 200 meter sebelah selatan Kampus Sewon. Beberapa bulan…

Selengkapnya »
dok.Tim Film Ziarah

Ziarah: Semesta Tanah, Kematian, dan Pencarian yang Tertunaikan


Sebelum memulai perjalanannya di layar bioskop, pagelaran layar tancap film Ziarah di pelataran Balai Dusun Pagerjurang seakan menjadi prasyarat yang mesti dilakoni. Layar tancap itu merupakan wujud terima kasih tim pembuat film kepada desa yang menjadi lokasi kelahiran Ziarah. Angin malam berhembus di sepanjang premier Ziarah di Dusun Pagerjurang, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Sabtu (13/5) malam itu.…

Selengkapnya »
Sitok Srengenge (kedua dari kanan) berpose di depan karyanya bersama para pengunjung pameran lukisannya di Langit Art Space, Yogyakarta, Kamis (18/5). Pembukaan pameran malam itu diwarnai aksi penolakan. (Foto: Mega Nur/Serunai)

Aksi Protes Warnai Pembukaan Pameran Sitok Srengenge


Pembukaan pameran lukisan karya Sitok Srengenge di Langit Art Space, Jalan Sonosewu, Ngestiharjo, Yogyakarta pada Kamis (18/5) malam diwarnai dengan aksi penolakan. Para penolak pameran menyebut aksi malam itu merupakan bentuk sanksi sosial terhadap Sitok Srengenge terkait kasus perkosaan yang menjerat dirinya. Pameran lukisan bertema “Srengenge” atau matahari yang dibuka malam itu menampilkan karya-karya berupa lukisan abstrak tentang lanskap situasi…

Selengkapnya »
Ilustrasi oleh Alim Bakhtiar.

Bersama-sama Menolak Kekerasan di Lingkungan Seni


Dalam kurun waktu tiga minggu terakhir, di media sosial berseliweran pernyataan sikap dan seruan menolak kekerasan seksual, kekerasan domestik maupun kekerasan berbasis gender di lingkungan seni. Seruan itu berasal dari penggiat seni di Yogyakarta dan Jakarta. Pernyataan sikap dan seruan itu muncul sebagai respons terhadap peristiwa maupun isu kekerasan seksual, kekerasan domestik maupun kekerasan gender yang terjadi belakangan. Tulisan di…

Selengkapnya »
Gambar: kinfolk.com

Konser Dangdut Monata: Mengapa Ekspresionisme Mengungguli Automatisme


Tidak pernah tepat persisnya kapan, namun tari sudah menjadi salah satu dari sekian turunan primordial yang entah dengan metodologi apa untuk menemukan titik pungkas awal yang nampaknya mustahil. Terlebih dalam abad kepercayaan bahwa teori datang selalu setelah kajadian aktual terselesaikan. Namun itu merupakan hal lain, yang memerlukan sesi tersendiri untuk membahasnya secara terperinci. Retasan sejarah tentu saja penting demi menemukan…

Selengkapnya »