Buku ID.1 (Serunai / Alfin Rizal)

Kepada Ide untuk Indonesia


Sebuah buku tentang seni rupa yang berupaya meyakinkan khalayak bahwa seni rupa bukan melulu perkara pameran di galeri semata. Buku ini—tulis Muhidin M. Dahlan dalam prolognya—tidak sedang membahas pameran, melainkan latihan dasar yang barangkali sudah tak menarik lagi dalam seni ‘penulisan seni rupa’, yakni menulis resensi karya. (hal. 8). Ada lima penulis dalam buku ini. Mereka mencoba untuk melihat, mendengar,…

Selengkapnya »
Landung Simatupang membacakan puisi Subagyo Sastrowardoyo dalam malam pembukaan Pameran Seni "Membongkar Bingkai, Menghapus Sekat" di PKKH UGM (11/12) (Sumber foto: facebook PKKH UGM Koesnadi Hardjosoemantri)

Menghapus Intoleransi melalui Seni Rupa


Universitas Gadjah Mada (UGM) selama ini dikenal sebagai institusi pencetak akademisi sehingga kontribusinya terhadap publik lebih dikenal pada ruang-ruang akademis. Padahal UGM juga melahirkan para seniman dan pekerja kreatif di ranah seni kebudayaan. Pada 11 Desember lalu, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) UGM menggelar malam pembukaan pameran seni bertajuk “Membongkar Bingkai, Membuka Sekat” di selasar ruang pameran PKKH UGM. “Tema…

Selengkapnya »
Dana Umum dan Kesempatan Artist Job Fair (Sumber: cemeti.org)

Mobilitas​ ​Seniman​ ​Gelandangan​ ​Kosmopolit dan​ ​Strategi​ ​Kebudayaan​ ​Kita


Rekan-rekan pekerja seni yang saya hormati, Mengapa sekarang ada begitu banyak institusi yang menawarkan program residensi? Dan apa efek dari meningkatnya kesempatan mobilitas bagi keberlangsungan praktik seni dalam konteks kita? Mengapa ada institusi atau galeri, yang mau membayari seniman ongkos tiket, akomodasi dan uang saku untuk berkarya di luar negeri? Transaksi nilai apa yang berlangsung dalam mobilitas residensi seniman? Benarkah…

Selengkapnya »
Sumber: kapanlagi.com

Mengapa Kangen Band Penting bagi Perkembangan Musik Populer Indonesia?


Andika Kangen Band baru saja memberi kisi-kisi kepada kaum lelaki agar dapat dengan mudah digilai perempuan, atau lebih tepatnya untuk menjadi brengsek sejak dalam pikiran. Sebelumnya, dia dilantik menjadi anggota DPD Partai Demokrat Bidang Seni dan Budaya dan ingin sekolah jurusan hukum karena sering dihukum. Namun, alih-alih membicarakan semua ujaran kebencian yang dilontarkan Andika—maksud ujaran kebencian di sini adalah ujaran-ujaran…

Selengkapnya »
Senartogok dan Ucok Homicide di panggung Kulon Progo (Foto: Alfian Putra)

Musik, Opium bagi Massa, dan Bagaimana Mengakalinya


“Hari ini kebisingan duduk memerintah lebih tinggi melampaui kepekaan manusia.” —Luigi Russolo, The Art of Noise. Maklumat Russolo dalam manifesto The Art of Noise bukanlah kelakar mentah. Sang futuris asal Portogruaro itu menyadari bahwa revolusi industri telah memberikan kapasitas lebih kepada manusia modern untuk mengapresiasi suara-suara yang jauh lebih kompleks dari sebelumnya. Lewat revolusi industri pula, kebisingan itu tak hanya…

Selengkapnya »
Dok. Nathan Adly Cristian

Bernostalgia dengan Rilisan Fisik


Beragam aplikasi musik berbasis internet yang berkembang saat ini telah menyediakan berbagai kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses karya musik. Meskipun demikian, masih ada banyak penggemar musik yang gandrung mengoleksi rilisan fisik. Cassette Store Day merupakan acara peringatan terhadap rilisan fisik yang berwujud kaset. Acara ini merupakan acara tahunan yang dirayakan di seluruh dunia. Sebenarnya selain Cassette Store Day, ada juga…

Selengkapnya »
Sumber foto: ampthemag.com

Meneroka Festival


“Sithik-sithik kok festival”. Kira-kira seperti itulah gerundelan waton yang muncul dari kawan saya. Ungkapan itu mencuat beberapa waktu lalu ketika kami ngobrol ngalor-ngidul dan sedikit menyinggung tentang geliat seni dan budaya di Yogyakarta. Ia, meski harus diakui terkesan agak nyinyir, menyampaikan kejengahannya tentang penggunaan kata festival di berbagai helatan. Menurut hematnya, saking sering sebuah terminologi digunakan, maka tidak jarang pula…

Selengkapnya »
LastElise Memorabilia Cover Melankolia Senja

Last Elise Rilis Melankolia Senja


Last Elise, sebuah projek yang digawangi oleh Uya Cipriano (vocal/gitar/synth/piano) dan Erwyn Leboy (drums/percussion/organ) merilis sebuah single berjudul Melankolia Senja. Lagu ini sendiri bercerita tentang kejenuhan sebagai salah satu fase dalam siklus kehidupan manusia. Tentang pertanyaan yang tak terjawab, tentang keresahan akan pilihan dan hal-hal yang seharusnya seseorang capai. “Tentang usia senja dan segenap penyesalan yang tidak akan pernah lepas…

Selengkapnya »
Dok: Deugalih.

Deugalih Merilis Video Klip Tanahku Tidak Dijual


Setelah sebelumnya merilis video klip untuk single pertama “Di Kampungku”, Deugalih kembali dengan video klip kedua dari album solonya yang berjudul sama, “Tanahku Tidak Dijual” Tidak butuh waktu lama untuk Deugalih menemukan arsirannya dengan Wanggi Hoed yang selama ini konsisten menyuarakan isu kemanusiaan, salah satunya adalah permasalahan tanah. Video klip berdurasi 3 menit 35 detik ini direkam di areal Pasir…

Selengkapnya »
dok.Tan Kinira

Kegelisahan dalam Pias


Setiap orang punya kegelisahan, tapi tidak semua orang menuliskan kegelisahannya. Pias adalah sebuah manifestasi kegelisahan. Tepatnya, kegelisahan Aris Setyawan. Meski tajuk buku ini sesederhana Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya, saya mendapati bahwa seluruh tulisan di dalamnya tak lepas dari kerangka kritik. Maka boleh saya bilang, Pias adalah buku kritik seni dan budaya—dalam pengertian yang luas. Selama ini, sependek yang saya…

Selengkapnya »