Yose Riandi/ Proyek Bahaya Laten

Tiga Musisi Terlibat Proyek Bahaya Laten


Tiga musisi yakni Iksan Skuter, Jason Ranti dan Sisir Tanah tengah terlibat dalam sebuah proyek musik mandiri berjudul “Proyek Bahaya Laten”. Untuk proyek tersebut, ketiganya bertukar ide dan karya yang akan dikemas dalam sebuah album. Felix Dass, pengelola Proyek Bahaya Laten dalam siaran persnya, Senin (21/5), menyampaikan, ide untuk berkolaborasi dalam proyek ini sudah digulirkan sejak awal 2018. Pelan-pelan, ide…

Selengkapnya »
Senja di Siberut (Serunai; Zakharia Taufan)

Siberut dalam Pergulatan


Sedari dahulu dan hingga akhir-akhir ini, Siberut berulang kali mengalami ketidakadilan. Di antaranya—dan mungkin yang paling parah—akibat pelbagai kebijakan otoriter yang dibuat pemerintah, yang tidak sedikit juga diteruskan lagi oleh para pemilik perusahaan besar. Namun, kini kita bisa melihat juga ketidakadilan yang paling sederhana: akibat cara pandang. Ada contoh perbandingan yang bisa diambil tentang ketidakadilan cara pandang. Misalnya, berbagai kebijakan…

Selengkapnya »
sumber 37suara.net

Pelaku Seni Dukung Korban Bandara Lewat 37suara


Situs 37suara.net mewadahi kolaborasi sejumlah pelaku serta peneliti seni dari berbagai daerah di Indonesia guna menyuarakan dukungan bagi korban penggusuran Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, DI Yogyakarta. Sejumlah nama yang terlibat antara lain Sisir Tanah, Iksan Skuter, Melancholic Bitch, Endah N Rhesa dan sebagainya. Dalam siaran persnya Minggu (28/1), pengelola situs 37suara.net menjelaskan bahwa proyek kolektif tersebut…

Selengkapnya »
Buku ID.1 (Serunai / Alfin Rizal)

Kepada Ide untuk Indonesia


Sebuah buku tentang seni rupa yang berupaya meyakinkan khalayak bahwa seni rupa bukan melulu perkara pameran di galeri semata. Buku ini—tulis Muhidin M. Dahlan dalam prolognya—tidak sedang membahas pameran, melainkan latihan dasar yang barangkali sudah tak menarik lagi dalam seni ‘penulisan seni rupa’, yakni menulis resensi karya. (hal. 8). Ada lima penulis dalam buku ini. Mereka mencoba untuk melihat, mendengar,…

Selengkapnya »
Landung Simatupang membacakan puisi Subagyo Sastrowardoyo dalam malam pembukaan Pameran Seni "Membongkar Bingkai, Menghapus Sekat" di PKKH UGM (11/12) (Sumber foto: facebook PKKH UGM Koesnadi Hardjosoemantri)

Menghapus Intoleransi melalui Seni Rupa


Universitas Gadjah Mada (UGM) selama ini dikenal sebagai institusi pencetak akademisi sehingga kontribusinya terhadap publik lebih dikenal pada ruang-ruang akademis. Padahal UGM juga melahirkan para seniman dan pekerja kreatif di ranah seni kebudayaan. Pada 11 Desember lalu, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) UGM menggelar malam pembukaan pameran seni bertajuk “Membongkar Bingkai, Membuka Sekat” di selasar ruang pameran PKKH UGM. “Tema…

Selengkapnya »
Dana Umum dan Kesempatan Artist Job Fair (Sumber: cemeti.org)

Mobilitas​ ​Seniman​ ​Gelandangan​ ​Kosmopolit dan​ ​Strategi​ ​Kebudayaan​ ​Kita


Rekan-rekan pekerja seni yang saya hormati, Mengapa sekarang ada begitu banyak institusi yang menawarkan program residensi? Dan apa efek dari meningkatnya kesempatan mobilitas bagi keberlangsungan praktik seni dalam konteks kita? Mengapa ada institusi atau galeri, yang mau membayari seniman ongkos tiket, akomodasi dan uang saku untuk berkarya di luar negeri? Transaksi nilai apa yang berlangsung dalam mobilitas residensi seniman? Benarkah…

Selengkapnya »
Sumber: kapanlagi.com

Mengapa Kangen Band Penting bagi Perkembangan Musik Populer Indonesia?


Andika Kangen Band baru saja memberi kisi-kisi kepada kaum lelaki agar dapat dengan mudah digilai perempuan, atau lebih tepatnya untuk menjadi brengsek sejak dalam pikiran. Sebelumnya, dia dilantik menjadi anggota DPD Partai Demokrat Bidang Seni dan Budaya dan ingin sekolah jurusan hukum karena sering dihukum. Namun, alih-alih membicarakan semua ujaran kebencian yang dilontarkan Andika—maksud ujaran kebencian di sini adalah ujaran-ujaran…

Selengkapnya »
Senartogok dan Ucok Homicide di panggung Kulon Progo (Foto: Alfian Putra)

Musik, Opium bagi Massa, dan Bagaimana Mengakalinya


“Hari ini kebisingan duduk memerintah lebih tinggi melampaui kepekaan manusia.” —Luigi Russolo, The Art of Noise. Maklumat Russolo dalam manifesto The Art of Noise bukanlah kelakar mentah. Sang futuris asal Portogruaro itu menyadari bahwa revolusi industri telah memberikan kapasitas lebih kepada manusia modern untuk mengapresiasi suara-suara yang jauh lebih kompleks dari sebelumnya. Lewat revolusi industri pula, kebisingan itu tak hanya…

Selengkapnya »
Dok. Nathan Adly Cristian

Bernostalgia dengan Rilisan Fisik


Beragam aplikasi musik berbasis internet yang berkembang saat ini telah menyediakan berbagai kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses karya musik. Meskipun demikian, masih ada banyak penggemar musik yang gandrung mengoleksi rilisan fisik. Cassette Store Day merupakan acara peringatan terhadap rilisan fisik yang berwujud kaset. Acara ini merupakan acara tahunan yang dirayakan di seluruh dunia. Sebenarnya selain Cassette Store Day, ada juga…

Selengkapnya »
Sumber foto: ampthemag.com

Meneroka Festival


“Sithik-sithik kok festival”. Kira-kira seperti itulah gerundelan waton yang muncul dari kawan saya. Ungkapan itu mencuat beberapa waktu lalu ketika kami ngobrol ngalor-ngidul dan sedikit menyinggung tentang geliat seni dan budaya di Yogyakarta. Ia, meski harus diakui terkesan agak nyinyir, menyampaikan kejengahannya tentang penggunaan kata festival di berbagai helatan. Menurut hematnya, saking sering sebuah terminologi digunakan, maka tidak jarang pula…

Selengkapnya »