Gambar 1: ONE DREAMS COLLECTIVELY AND WAKES UP IN INDIVIDUALIZED NIGHTMARE 02, 70 x 100 charcoal, acrylic pencil on soft paper board, (2018), Karya: Cecil Mariani. Sumber: https://indoartnow.com/exhibitions/paralaks-fiksi.

Paralaks Fiksi: Sebuah Usaha Memperkenalkan “Origami Tubuh”


Jika mengontekstualisasikan realitas ekonomi politik global, kita dan juga seniman terjebak dalam fiksi-fiksi yang diinisiasi dan dilanggengkan oleh para kapitalis global. Pandangan keseharian kita yang serba teknis-prosedural adalah salah satu akibat dari mengakarnya fiksi kapitalisme dalam kebudayaan kita. Semua daya kritis masyarakat diserap ke dalam sistem kapitalis dan ditransformasikan menjadi komponen yang membenarkan sistem itu sendiri.

Selengkapnya »

Musik dan Kecerdasan Buatan


Saat kecerdasan buatan lahir, tampaknya mereka mampu mengambil alih pekerjaan menggubah musik. Logikanya, musik adalah matematika, kalkulasi algoritma. Maka, kecerdasan buatan akan dengan mudah mengambil alih pekerjaan musisi ini.

Selengkapnya »

Jurnalisme Musik dan Hal-Hal yang Belum Kita Ketahui


Musik adalah salah satu cabang kesenian yang memiliki posisi istimewa dalam diri manusia. Maka, wajar jika selain didengarkan, ia banyak dibincangkan. Jika kita kemudian bicara dalam konteks perbincangan secara literer, maka musik banyak ditulis. Tulisan tersebut bisa berupa kritik musik, kajian akademik, maupun produk jurnalisme. Namun, benarkah musik telah dibicarakan sekomprehensif itu di ranah literer? Terutama di Indonesia? Penulis musik…

Selengkapnya »

Sedikit Lebih Manis, Banyak Tawanya


Menutup gelaran Helateater Salihara 2019, Kelas Akting Salihara tingkat II menampilkan pertunjukan drama pada Minggu, 14 April 2019. Tiga lakon kisah kasih dipanggungkan dalam tajuk Rendezvous II: Tiga Kisah Cinta Tidak Biasa. Tiga lakon yang dipentaskan adalah Citra karangan Usmar Ismail, Pagi Bening terjemahan dari A Sunny Morning karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero, serta Menunggu Kekasih karya Putut Buchori.…

Selengkapnya »
Gambar: Youtube

Mengapa Jason Ranti Ada Baiknya Rilis Single Bertajuk “Bahaya Populisme”


Semua mungkin sepakat, tahun 2019 ini merupakan saat di mana grup WhatsApp keluarga menjadi padang Kurusetra; meja tongkrongan bisa terjungkal karena sengitnya perdebatan; semua alun-alun di penjuru kota ramai dipesan untuk orang-orang berhimpun; aparat-aparat negara berbaris dan menyelundupkan awaknya di kolong-kolong bumi; investor menahan nafas harap-harap cemas agar cuannya tak amblas. Tapi ada juga kelompok yang santai-santai saja dan tak…

Selengkapnya »
Auretté and The Polska Seeking Carnival

AATPSC yang Bermekaran


Pada 31 Desember 2018, band pop-folk asal Yogyakarta Auretté and The Polska Seeking Carnival merilis album kedua mereka dengan tajuk Bloom. Album ini sudah dapat didengarkan di Spotify, iTunes, Apple Music, dan berbagai digital stores lainnya. Tahun 2013 silam, kugiran pop-folk asal Yogyakarta, Auretté and The Polska Seeking Carnival atau AATPSC pernah menghimpun antusiasme publik yang tinggi terhadap karya mereka dengan…

Selengkapnya »
Sisir Tanah (Foto: Anom Sugiswoto)

Sisir Tanah dan Nyanyian Eksistensial


Prolog Di batas sore menjelang malam kesedihan terurai. Horizon siluet digelar oleh langit dari atas Pantai Glagah yang indah. Suara gemuruh ombak menjernihkan suasana. Putihnya pasir pantai mengandaikan kejujuran. Wangi laut Glagah adalah wangi kerinduan. Seperti rindu, Glagah menghadirkan memoar. Dulu sekali, pergi ke Temon, Kulon Progo, bukan sekadar menunaikan ibadah libur ke pantai. Namun, pergi bersolidaritas bagi warga yang…

Selengkapnya »