Monita Tahalea: Memandang Waktu dari Balik Jendela


Ada saat-saat yang menyenangkan yang terjadi dalam hidup. Saking menyenangkannya, kita seringkali berharap untuk membekukannya lebih lama lagi, syukur-syukur mengabadikannya. Akan tetapi, bukankah kesementaraan membuat waktu tersebut menjadi begitu berharga? Bayangkan jika kita terus menerus hidup dalam momen yang sama, tak lantaskah ia menjadi banal? Monita seolah merangkum egoisme dan ketidakberdayaan manusia, sekaligus memberikan solusi atas ketidakberdayaan tersebut. Jika kesesaatan dalam sesaat adalah suatu hal yang abadi, mungkin yang bisa kita lakukan hanyalah menjalaninya dengan sebaik mungkin. Jika Monita hendak menjalaninya dengan bernyanyi, kita tentu bisa menemukan jalan lain untuk kita sendiri.

Selengkapnya »

Merayakan Kepulangan Joni dan Susi


Di luar lagu-lagu yang terdengar dan terkesan politis karena membahas perkara aktivisme, kekerasan yang dilakukan negara, berbagai kasus HAM, sampai perkara moral, sebenarnya ada satu benang merah yang menghubungkan musik Sisir Tanah dan Melancholic Bitch: Cinta.

Selengkapnya »
Angki Purbandono mengenakan kaos sampul album Kamar Gelap milik band Efek Rumah Kaca. Ia berpose di depan Gundam, salah satu karyanya yang termahsyur (Foto; Ayub Basyir)

Angki Purbandono: Dari Scanography Hingga Ganja


Obrolan bersama Angki Purbandono tentang 15 anak usia SMA yang sedang nyantrik alias berguru padanya selama 12 hari dalam program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2019 yang diselenggarakan Kemendikbud, scanography, disiplin sebagai kunci keberhasilan, sampai ihwal per-ganja-an di Indonesia.

Selengkapnya »
Gambar 1: ONE DREAMS COLLECTIVELY AND WAKES UP IN INDIVIDUALIZED NIGHTMARE 02, 70 x 100 charcoal, acrylic pencil on soft paper board, (2018), Karya: Cecil Mariani. Sumber: https://indoartnow.com/exhibitions/paralaks-fiksi.

Paralaks Fiksi: Sebuah Usaha Memperkenalkan “Origami Tubuh”


Jika mengontekstualisasikan realitas ekonomi politik global, kita dan juga seniman terjebak dalam fiksi-fiksi yang diinisiasi dan dilanggengkan oleh para kapitalis global. Pandangan keseharian kita yang serba teknis-prosedural adalah salah satu akibat dari mengakarnya fiksi kapitalisme dalam kebudayaan kita. Semua daya kritis masyarakat diserap ke dalam sistem kapitalis dan ditransformasikan menjadi komponen yang membenarkan sistem itu sendiri.

Selengkapnya »

Musik dan Kecerdasan Buatan


Saat kecerdasan buatan lahir, tampaknya mereka mampu mengambil alih pekerjaan menggubah musik. Logikanya, musik adalah matematika, kalkulasi algoritma. Maka, kecerdasan buatan akan dengan mudah mengambil alih pekerjaan musisi ini.

Selengkapnya »

Jurnalisme Musik dan Hal-Hal yang Belum Kita Ketahui


Musik adalah salah satu cabang kesenian yang memiliki posisi istimewa dalam diri manusia. Maka, wajar jika selain didengarkan, ia banyak dibincangkan. Jika kita kemudian bicara dalam konteks perbincangan secara literer, maka musik banyak ditulis. Tulisan tersebut bisa berupa kritik musik, kajian akademik, maupun produk jurnalisme. Namun, benarkah musik telah dibicarakan sekomprehensif itu di ranah literer? Terutama di Indonesia? Penulis musik…

Selengkapnya »

Sedikit Lebih Manis, Banyak Tawanya


Menutup gelaran Helateater Salihara 2019, Kelas Akting Salihara tingkat II menampilkan pertunjukan drama pada Minggu, 14 April 2019. Tiga lakon kisah kasih dipanggungkan dalam tajuk Rendezvous II: Tiga Kisah Cinta Tidak Biasa. Tiga lakon yang dipentaskan adalah Citra karangan Usmar Ismail, Pagi Bening terjemahan dari A Sunny Morning karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero, serta Menunggu Kekasih karya Putut Buchori.…

Selengkapnya »