Kategori : Ulasan

Kota & Ingatan - Kurun (Foto: Kota & Ingatan)

Kurun: Musik dan Politik Otentik


Pengantar: tentang politik Politik. Kata yang belakangan terdengar bengis, kotor, jahat dan menjijikkan. Kenapa bisa demikian? Karena di era kontemporer, politik dimaknai sebatas sebagai sebuah perkara kekuasaan: ada yang menguasai, ada yang dikuasai. Praktik politik ini makin terdengar menjijikkan karena maknanya yang makin tereduksi menjadi sebatas semacam tonil yang diulang tahun demi tahun: warga negara hanya punya kuasa untuk memilih…

Selengkapnya »
Pertunjukan Selepas Pendar Nyalang Berbayang oleh Airportradio (Serunai / Aris S)

Kesunyian Airportradio


Ada satu dikotomi yang cukup menarik untuk dibahas: sunyi dan bunyi. Pertanyaan yang sempat dilontarkan oleh komponis avant-garde John Cage yang lantas memicunya untuk menggubah karya bertajuk “4:33”. Dalam karya tersebut John Cage dan para pemainnya benar-benar diam, tidak memainkan alat musik. Maka, hasilnya adalah, alih-alih muncul hingar bingar orkestrasi, yang ada adalah kesunyian yang begitu intens. Bunyi terkadang hadir…

Selengkapnya »
Penampilan Kavaleri di Konser Pelarungan Album Splitual (Serunai / Dokumentasi Splitual)

Pencarian Spiritual dalam Splitual


Intro Pakar neurologi Mark Changizi menyebut bahasa dan musik adalah upaya manusia meniru alam. Menurut Changizi suara nature atau alam sebenarnya terlampau pelik untuk dipahami dengan keterbatasan otak manusia, sebab ada frekuensi-frekuensi yang tak mampu diterjemahkan datum indera manusia. Musik buatan manusia adalah upaya meniru alam hanya dengan menghadirkan frekuensi-frekuensi yang dapat dipahami manusia. Manusia menciptakan musik sebagai sebuah upaya…

Selengkapnya »
Buku ID.1 (Serunai / Alfin Rizal)

Kepada Ide untuk Indonesia


Sebuah buku tentang seni rupa yang berupaya meyakinkan khalayak bahwa seni rupa bukan melulu perkara pameran di galeri semata. Buku ini—tulis Muhidin M. Dahlan dalam prolognya—tidak sedang membahas pameran, melainkan latihan dasar yang barangkali sudah tak menarik lagi dalam seni ‘penulisan seni rupa’, yakni menulis resensi karya. (hal. 8). Ada lima penulis dalam buku ini. Mereka mencoba untuk melihat, mendengar,…

Selengkapnya »
dok.Tan Kinira

Kegelisahan dalam Pias


Setiap orang punya kegelisahan, tapi tidak semua orang menuliskan kegelisahannya. Pias adalah sebuah manifestasi kegelisahan. Tepatnya, kegelisahan Aris Setyawan. Meski tajuk buku ini sesederhana Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya, saya mendapati bahwa seluruh tulisan di dalamnya tak lepas dari kerangka kritik. Maka boleh saya bilang, Pias adalah buku kritik seni dan budaya—dalam pengertian yang luas. Selama ini, sependek yang saya…

Selengkapnya »
dok. Agustinus Rangga

Kultus Kargo dan Dunia Spiritual Masyarakat Melanesia


Sekitar empat bulan lalu, kanal You Tube bernama Java Films merilis sebuah video berjudul “John Frum Cult in Tanna”. Secara ringkas, video tersebut menceritakan pecahnya kultus John Frum karena kedatangan seorang ‘nabi’ baru bernama Fred. Penganut kultus John Frum digambarkan mulai meninggalkan kepercayaannya dan pecah menjadi kelompok-kelompok kecil. Video itu menjadi penting karena merekam sejarah gerakan kultus kargo yang ada…

Selengkapnya »
dok. Teater Tamara

Tragedi itu Bernama “Gejolak Makam Keramat”


Satu hal yang dibutuhkan agar tragedi tidak terulang adalah dengan meretrospeksi memori. Dengan memori kolektif, tragedi pun berhasil dipertunjukan. Sekitar 200 kursi penonton disediakan di depan panggung di dalam gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH UGM) pada Kamis (13/7) malam. Beberapa kursi lainnya yang berada di atas panggung disusun melingkar dengan tiang lampu neon putih bercabang tiga sebagai titik pusatnya.…

Selengkapnya »
Dok. Piring Tirbing Production

(Hasrat) Yang Kini Terbaring


“Cinema is the ultimate pervert art. It doesn’t give you what you desire, it tells you how to desire.” –Slavoj Žižek Saya merasa perlu mengawali tulisan ini dengan kutipan dari pernyataan filsuf kontroversial Slovenia, Slavoj Žižek. Pernyataan tersebut ia lontarkan sebagai pembuka dalam film yang ia bintangi The Pervert’s Guide to Cinema (2006). Dalam pemahaman Žižek, hasrat (desire) bukanlah sesuatu…

Selengkapnya »
dok.Tim Film Ziarah

Ziarah: Semesta Tanah, Kematian, dan Pencarian yang Tertunaikan


Sebelum memulai perjalanannya di layar bioskop, pagelaran layar tancap film Ziarah di pelataran Balai Dusun Pagerjurang seakan menjadi prasyarat yang mesti dilakoni. Layar tancap itu merupakan wujud terima kasih tim pembuat film kepada desa yang menjadi lokasi kelahiran Ziarah. Angin malam berhembus di sepanjang premier Ziarah di Dusun Pagerjurang, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Sabtu (13/5) malam itu.…

Selengkapnya »
Penampilan Sisir Tanah di Launching Album WOH (Serunai / Foto: Andrew Lumban Gaol)

Sisir Tanah: Puitis Sejak Dalam Pikiran


Sebuah pembacaan tentang Sisir Tanah, jalinan musik dan lirik yang penuh cinta, serta perayaan kelahiran anak musikalnya WOH akhir pekan silam (6/5). Panggung itu sederhana. Beberapa bohlam tergantung dalam juntaian kabel memenuhi pandang. Kain putih membentang luas menjadi latar panggung. Sebelumnya, di tiket pertunjukan malam itu, tertera nama Risky Sasono sebagai penata artistik pementasan. Beberapa alat musik berjejeran di panggung…

Selengkapnya »