Kategori : Ulasan

Jurnalisme Musik dan Hal-Hal yang Belum Kita Ketahui


Musik adalah salah satu cabang kesenian yang memiliki posisi istimewa dalam diri manusia. Maka, wajar jika selain didengarkan, ia banyak dibincangkan. Jika kita kemudian bicara dalam konteks perbincangan secara literer, maka musik banyak ditulis. Tulisan tersebut bisa berupa kritik musik, kajian akademik, maupun produk jurnalisme. Namun, benarkah musik telah dibicarakan sekomprehensif itu di ranah literer? Terutama di Indonesia? Penulis musik…

Selengkapnya »

Sedikit Lebih Manis, Banyak Tawanya


Menutup gelaran Helateater Salihara 2019, Kelas Akting Salihara tingkat II menampilkan pertunjukan drama pada Minggu, 14 April 2019. Tiga lakon kisah kasih dipanggungkan dalam tajuk Rendezvous II: Tiga Kisah Cinta Tidak Biasa. Tiga lakon yang dipentaskan adalah Citra karangan Usmar Ismail, Pagi Bening terjemahan dari A Sunny Morning karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero, serta Menunggu Kekasih karya Putut Buchori.…

Selengkapnya »
Sisir Tanah (Foto: Anom Sugiswoto)

Sisir Tanah dan Nyanyian Eksistensial


Prolog Di batas sore menjelang malam kesedihan terurai. Horizon siluet digelar oleh langit dari atas Pantai Glagah yang indah. Suara gemuruh ombak menjernihkan suasana. Putihnya pasir pantai mengandaikan kejujuran. Wangi laut Glagah adalah wangi kerinduan. Seperti rindu, Glagah menghadirkan memoar. Dulu sekali, pergi ke Temon, Kulon Progo, bukan sekadar menunaikan ibadah libur ke pantai. Namun, pergi bersolidaritas bagi warga yang…

Selengkapnya »
Kota & Ingatan - Kurun (Foto: Kota & Ingatan)

Kurun: Musik dan Politik Otentik


Pengantar: tentang politik Politik. Kata yang belakangan terdengar bengis, kotor, jahat dan menjijikkan. Kenapa bisa demikian? Karena di era kontemporer, politik dimaknai sebatas sebagai sebuah perkara kekuasaan: ada yang menguasai, ada yang dikuasai. Praktik politik ini makin terdengar menjijikkan karena maknanya yang makin tereduksi menjadi sebatas semacam tonil yang diulang tahun demi tahun: warga negara hanya punya kuasa untuk memilih…

Selengkapnya »
Pertunjukan Selepas Pendar Nyalang Berbayang oleh Airportradio (Serunai / Aris S)

Kesunyian Airportradio


Ada satu dikotomi yang cukup menarik untuk dibahas: sunyi dan bunyi. Pertanyaan yang sempat dilontarkan oleh komponis avant-garde John Cage yang lantas memicunya untuk menggubah karya bertajuk “4:33”. Dalam karya tersebut John Cage dan para pemainnya benar-benar diam, tidak memainkan alat musik. Maka, hasilnya adalah, alih-alih muncul hingar bingar orkestrasi, yang ada adalah kesunyian yang begitu intens. Bunyi terkadang hadir…

Selengkapnya »
Penampilan Kavaleri di Konser Pelarungan Album Splitual (Serunai / Dokumentasi Splitual)

Pencarian Spiritual dalam Splitual


Intro Pakar neurologi Mark Changizi menyebut bahasa dan musik adalah upaya manusia meniru alam. Menurut Changizi suara nature atau alam sebenarnya terlampau pelik untuk dipahami dengan keterbatasan otak manusia, sebab ada frekuensi-frekuensi yang tak mampu diterjemahkan datum indera manusia. Musik buatan manusia adalah upaya meniru alam hanya dengan menghadirkan frekuensi-frekuensi yang dapat dipahami manusia. Manusia menciptakan musik sebagai sebuah upaya…

Selengkapnya »
Buku ID.1 (Serunai / Alfin Rizal)

Kepada Ide untuk Indonesia


Sebuah buku tentang seni rupa yang berupaya meyakinkan khalayak bahwa seni rupa bukan melulu perkara pameran di galeri semata. Buku ini—tulis Muhidin M. Dahlan dalam prolognya—tidak sedang membahas pameran, melainkan latihan dasar yang barangkali sudah tak menarik lagi dalam seni ‘penulisan seni rupa’, yakni menulis resensi karya. (hal. 8). Ada lima penulis dalam buku ini. Mereka mencoba untuk melihat, mendengar,…

Selengkapnya »
dok.Tan Kinira

Kegelisahan dalam Pias


Setiap orang punya kegelisahan, tapi tidak semua orang menuliskan kegelisahannya. Pias adalah sebuah manifestasi kegelisahan. Tepatnya, kegelisahan Aris Setyawan. Meski tajuk buku ini sesederhana Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya, saya mendapati bahwa seluruh tulisan di dalamnya tak lepas dari kerangka kritik. Maka boleh saya bilang, Pias adalah buku kritik seni dan budaya—dalam pengertian yang luas. Selama ini, sependek yang saya…

Selengkapnya »
dok. Agustinus Rangga

Kultus Kargo dan Dunia Spiritual Masyarakat Melanesia


Sekitar empat bulan lalu, kanal You Tube bernama Java Films merilis sebuah video berjudul “John Frum Cult in Tanna”. Secara ringkas, video tersebut menceritakan pecahnya kultus John Frum karena kedatangan seorang ‘nabi’ baru bernama Fred. Penganut kultus John Frum digambarkan mulai meninggalkan kepercayaannya dan pecah menjadi kelompok-kelompok kecil. Video itu menjadi penting karena merekam sejarah gerakan kultus kargo yang ada…

Selengkapnya »