Kategori : Ulasan

Pop Kosong Berbunyi Nyaring (Aris/Serunai)

Jalan Sunyi (Penulis) Musik


“Apakah musik memiliki fungsi dan relevansi di luar dimensi esoteris yang hanya mengutuknya menjadi klangenan belaka… apakah musik berguna bagi manusia dan kemanusiaan.” Saya harus memberi semacam disclaimer untuk mengawali tulisan ini: saya akan mengulas buku Pop Kosong Berbunyi Nyaring dengan sangat subyektif karena adanya faktor kedekatan dengan sang penulis, Taufiq Rahman. Pertama, Secara tidak langsung Taufiq adalah mentor saya…

Selengkapnya »
Dok. Grimloc Records

Homicide Belum Selesai


Tepat pada 28 Februari 2017, kumpulan karya lengkap unit hiphop asal Bandung, Homicide, dirilis. Diskografi yang memuat tiga album studio, satu split serta sejumlah single dan remix yang dirilis lewat kompilasi, maupun unreleased, dipepatkan dalam dua keping cakram padat. Homicide: Complete Discography mungkin menjadi salah satu rilisan yang paling ditunggu tahun ini. Meski telah membubarkan diri sejak satu dekade lalu,…

Selengkapnya »
Foto: Zakharia Taufan

Siasat Memahami Kebudayaan di Hari Depan


Kebudayaan, sebagaimana dikatakan oleh penulis Thomas Kristianto dalam bukunya Redefinisi Subjek dalam Kebudayaan, begitu “licin”—sulit mendapatkan penerjemahan yang spesifik. Bagaimana tidak, ini dikarenakan kebudayaan merupakan suatu entitas yang dinamis; meliputi atau mencakup unsur-unsur yang membentuk dan sekaligus terbentuk dalam individu, masyarakat, hingga bangsa. Unsur-unsur yang abstrak ataupun konkret, keduanya akan memainkan peran sama: membentuk, mengubah, dan memperkuat suatu kebudayaan sesuai…

Selengkapnya »
Wiji Thukul (Ilustrasi oleh Bambang Nurdiansyah)

Jalan Sunyi Seorang Cadel


“Bapak bali kapan?” Film ini diawali dengan pertanyaan “Bapak pulang kapan?” Pertanyaan tersebut tak pernah terjawab hingga hari ini. Tiada yang tahu persis kapan Wiji Thukul, aktivis cum penyair ini, akan pulang—jika ia masih hidup. Atau kapan ia meninggal—bilamana memang nyawanya telah meregang. Sosok Wiji raib bersama belasan aktivis anti orde baru lainnya, seiring dengan mangkatnya Soeharto dari kekuasaan selama…

Selengkapnya »
Penampilan Senyawa di Gedung Kesenian Jakarta (22-12). Wukir Suryadi menggesek instrumen 'garu' dengan bow. (Serunai / Irene S)

Mantra Senyawa


Di perjalanan melintasi Sumatera Selatan, menembus hutan karet yang seolah tak bertepi, mendekati tengah malam, sang sopir yang awalnya sudah terkantuk-kantuk mendadak terbelalak mendengar suara yang keluar dari speaker somber mobilnya. “Ya Allah, siapo lah nyanyi lagu ma’ini?” serunya terbangun dari kantuknya. Saya tertawa di sampingnya. “Senyawa Pak, ini Senyawa,” saya jawab sambil menurunkan volume. Itu beberapa tahun lalu, saat Senyawa menemani…

Selengkapnya »
Foto oleh Sito Adhi Anom

Elegi Kisah ‘Pembangunan’ dalam Bunga Trotoar


Seorang lelaki mulai bercerita dari balik layar dengan cahaya teram-temaram. Sebuah cerita nestapa akan keadaan yang dinamakan ‘peradaban’ yang menuntut perubahan, mulai dari alam, arsitektural, hingga interaksi manusia yang hidup di dalamnya. Pada awalnya mereka bergembira akan bangunan menjulang yang hadir di sekitar mereka, namun kenyataan pahit satu per satu harus mereka telan. Di mana perubahan tidak semanis janji-janji awal…

Selengkapnya »
Gambar diambil dari Tokopedia.com.

Merintis Pengarsipan Musik Indonesia


Penyakit laten negeri ini adalah enggan menengok ulang sejarah, terlalu malas mengumpulkan arsip segala hal. Termasuk mengumpulkan segala hal tentang musik. Almanak Musik Indonesia 2005 – 2015 (selanjutnya disebut AMI) adalah sebuah rintisan, berusaha mengobati penyakit laten tersebut dengan cara mengarsipkan musik nusantara. Disusun oleh Kelik M. Nugroho, buku ini terbagi ke dalam empat bab: Kronik Musik Indonesia, Kelompok Musik…

Selengkapnya »
Reproduksi oleh Adji Satria (diolah dari sampul EP Jalan Pulang)

Variasi Pada Jalan Pulang


Grup musik pop-balada Yogyakarta, Jalan Pulang, merilis mini album (EP) terbaru pada 6 Agustus lalu. Ini adalah rilisan kedua mereka setelah album panjang pertama bertajuk Jalan Pulang diluncurkan pada 2012 silam. Secara konsep, album yang diberi judul Variasi Pada Tema Pulang ini berbeda dengan yang sebelumnya. Irfan Rizky Darajat, penulis lagu dan vokalis Jalan Pulang, kali ini bermain solo tanpa…

Selengkapnya »
Sumber: twitter @kesh_chia

Dari Pemuda E untuk Dea Anugrah: Sebuah Resensi yang Disadur


Sutter Cane pernah membuat New Hamphsire kisruh akibat bukunya yg berjudul In The Mouth Of Madness. Arthur Harahap pernah membuat sebuah kota gempar lewat kejadian bunuh diri beruntun warga kota selepas membaca Kopi Kepik. Lalu, apa akibat yang akan terjadi jika membaca kumpulan cerita pendek Dea Anugerah yang berjudul Bakat Menggonggong? Surel dari Pengirim Misterius “Dalam kumpulan cerita pendek pertamanya…

Selengkapnya »
Tiga lukisan karya Ignasius Dicky Takndare dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta, 15 - 23 Oktober 2016. Lukisan ini dipamerkan bersama karya Albertho Wanma dengan mengangkat tema "Remahili" atau ratapan. (Serunai/Idha Saraswati)

Yang Terungkap Lewat Ratapan


Bagaimana jika orang Papua mengungkapkan kisah tentang kampung halamannya melalui karya seni rupa? Albertho Wanma (30) dan Ignasius Dicky Takndare (28), dua perupa asal Papua, menjawab pertanyaan itu dengan memamerkan karya mereka di Bentara Budaya Yogyakarta, Kota Yogyakarta, pada 15 – 23 Oktober lalu. Selama sepekan, mereka memamerkan karya berupa lukisan, patung, instalasi serta performance art yang berkisah tentang kampung…

Selengkapnya »