Tag Archives : seni rupa

Gambar 1: ONE DREAMS COLLECTIVELY AND WAKES UP IN INDIVIDUALIZED NIGHTMARE 02, 70 x 100 charcoal, acrylic pencil on soft paper board, (2018), Karya: Cecil Mariani. Sumber: https://indoartnow.com/exhibitions/paralaks-fiksi.

Paralaks Fiksi: Sebuah Usaha Memperkenalkan “Origami Tubuh”


Jika mengontekstualisasikan realitas ekonomi politik global, kita dan juga seniman terjebak dalam fiksi-fiksi yang diinisiasi dan dilanggengkan oleh para kapitalis global. Pandangan keseharian kita yang serba teknis-prosedural adalah salah satu akibat dari mengakarnya fiksi kapitalisme dalam kebudayaan kita. Semua daya kritis masyarakat diserap ke dalam sistem kapitalis dan ditransformasikan menjadi komponen yang membenarkan sistem itu sendiri.

Selengkapnya »
Buku ID.1 (Serunai / Alfin Rizal)

Kepada Ide untuk Indonesia


Sebuah buku tentang seni rupa yang berupaya meyakinkan khalayak bahwa seni rupa bukan melulu perkara pameran di galeri semata. Buku ini—tulis Muhidin M. Dahlan dalam prolognya—tidak sedang membahas pameran, melainkan latihan dasar yang barangkali sudah tak menarik lagi dalam seni ‘penulisan seni rupa’, yakni menulis resensi karya. (hal. 8). Ada lima penulis dalam buku ini. Mereka mencoba untuk melihat, mendengar,…

Selengkapnya »

Menghapus Intoleransi melalui Seni Rupa


Universitas Gadjah Mada (UGM) selama ini dikenal sebagai institusi pencetak akademisi sehingga kontribusinya terhadap publik lebih dikenal pada ruang-ruang akademis. Padahal UGM juga melahirkan para seniman dan pekerja kreatif di ranah seni kebudayaan. Pada 11 Desember lalu, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) UGM menggelar malam pembukaan pameran seni bertajuk “Membongkar Bingkai, Membuka Sekat” di selasar ruang pameran PKKH UGM. “Tema…

Selengkapnya »
Tiga lukisan karya Ignasius Dicky Takndare dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta, 15 - 23 Oktober 2016. Lukisan ini dipamerkan bersama karya Albertho Wanma dengan mengangkat tema "Remahili" atau ratapan. (Serunai/Idha Saraswati)

Yang Terungkap Lewat Ratapan


Bagaimana jika orang Papua mengungkapkan kisah tentang kampung halamannya melalui karya seni rupa? Albertho Wanma (30) dan Ignasius Dicky Takndare (28), dua perupa asal Papua, menjawab pertanyaan itu dengan memamerkan karya mereka di Bentara Budaya Yogyakarta, Kota Yogyakarta, pada 15 – 23 Oktober lalu. Selama sepekan, mereka memamerkan karya berupa lukisan, patung, instalasi serta performance art yang berkisah tentang kampung…

Selengkapnya »

Alicia Menolak Bullying


Remaja ini menggagas sebuah pameran seni rupa sebagai medium untuk merefleksikan apa dan bagaimana bullying terjadi di sekitar kita. Bulan Februari, 2016. Seorang remaja tanggung yang sedang menempuh tahun ketiganya di bangku SMA itu termangu melamun di gerbong kereta. Ia menatap layar televisi yang sedang memutarkan sebuah film. Dion Nataraja, si remaja itu sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta.…

Selengkapnya »