Author Archives : Aris Setyawan

Kota & Ingatan - Kurun (Foto: Kota & Ingatan)

Kurun: Musik dan Politik Otentik


Pengantar: tentang politik Politik. Kata yang belakangan terdengar bengis, kotor, jahat dan menjijikkan. Kenapa bisa demikian? Karena di era kontemporer, politik dimaknai sebatas sebagai sebuah perkara kekuasaan: ada yang menguasai, ada yang dikuasai. Praktik politik ini makin terdengar menjijikkan karena maknanya yang makin tereduksi menjadi sebatas semacam tonil yang diulang tahun demi tahun: warga negara hanya punya kuasa untuk memilih…

Selengkapnya »
Pertunjukan Selepas Pendar Nyalang Berbayang oleh Airportradio (Serunai / Aris S)

Kesunyian Airportradio


Ada satu dikotomi yang cukup menarik untuk dibahas: sunyi dan bunyi. Pertanyaan yang sempat dilontarkan oleh komponis avant-garde John Cage yang lantas memicunya untuk menggubah karya bertajuk “4:33”. Dalam karya tersebut John Cage dan para pemainnya benar-benar diam, tidak memainkan alat musik. Maka, hasilnya adalah, alih-alih muncul hingar bingar orkestrasi, yang ada adalah kesunyian yang begitu intens. Bunyi terkadang hadir…

Selengkapnya »
Kota & Ingatan Merilis Video Klip Single Ketiga Bertajuk Memoar (Serunai / Kota & Ingatan)

Kota & Ingatan Rilis Single Ketiga Bertajuk “Memoar”


Kuintet rock asal Yogyakarta, Kota & Ingatan merilis single ketiga bertajuk “Memoar”. Lagu baru ini dapat didengarkan di kanal layanan video Youtube. Setelah sebelumnya melepaskan single “Alur” pada 2016, dan “Peluru” pada 2017. di paruh akhir 2018 ini (15/10) mereka kembali melepaskan sebuah single baru. Tak hanya hadir dalam format audio, “Memoar” dihadirkan dalam bentuk video klip lengkap dengan lirik…

Selengkapnya »
Penampilan Kavaleri di Konser Pelarungan Album Splitual (Serunai / Dokumentasi Splitual)

Pencarian Spiritual dalam Splitual


Intro Pakar neurologi Mark Changizi menyebut bahasa dan musik adalah upaya manusia meniru alam. Menurut Changizi suara nature atau alam sebenarnya terlampau pelik untuk dipahami dengan keterbatasan otak manusia, sebab ada frekuensi-frekuensi yang tak mampu diterjemahkan datum indera manusia. Musik buatan manusia adalah upaya meniru alam hanya dengan menghadirkan frekuensi-frekuensi yang dapat dipahami manusia. Manusia menciptakan musik sebagai sebuah upaya…

Selengkapnya »
Dok. Piring Tirbing Production

(Hasrat) Yang Kini Terbaring


“Cinema is the ultimate pervert art. It doesn’t give you what you desire, it tells you how to desire.” –Slavoj Žižek Saya merasa perlu mengawali tulisan ini dengan kutipan dari pernyataan filsuf kontroversial Slovenia, Slavoj Žižek. Pernyataan tersebut ia lontarkan sebagai pembuka dalam film yang ia bintangi The Pervert’s Guide to Cinema (2006). Dalam pemahaman Žižek, hasrat (desire) bukanlah sesuatu…

Selengkapnya »
Ary Juliyant di Pertunjukan Tausiyah Bunyi (23/01) (Serunai / Foto: Poetra Januar)

Ary Juliyant: Saatnya Redefinisi Musik Indie


Perbincangan dengan Ary Juliyant. Presiden indie Indonesia dengan semangat gerilya membuncah. Warung itu bernama Pecel Pincuk. Hidangan yang dijajakan beragam. Namun, kopi hitamnya yang menjadi primadona bagi khalayak. Terutama bagi mahasiswa Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta yang sering bertandang ke sana. Warung ini mepet sawah, berlokasi lebih kurang 200 meter sebelah selatan Kampus Sewon. Beberapa bulan…

Selengkapnya »
Pop Kosong Berbunyi Nyaring (Aris/Serunai)

Jalan Sunyi (Penulis) Musik


“Apakah musik memiliki fungsi dan relevansi di luar dimensi esoteris yang hanya mengutuknya menjadi klangenan belaka… apakah musik berguna bagi manusia dan kemanusiaan.” Saya harus memberi semacam disclaimer untuk mengawali tulisan ini: saya akan mengulas buku Pop Kosong Berbunyi Nyaring dengan sangat subyektif karena adanya faktor kedekatan dengan sang penulis, Taufiq Rahman. Pertama, Secara tidak langsung Taufiq adalah mentor saya…

Selengkapnya »
Ilustrasi: Edwin Prasetyo

Turba


Ini adalah pola yang familiar dalam kajian ilmu budaya: dikotomi antara budaya mapan (established culture) dan  budaya vernakular (vernacular culture). Meskipun yang pertama selalu lebih dikenal saat kita membicarakan kebudayaan, yang disebut terakhir bagaimanapun punya andil dan kepentingan dalam rangka keberlangsungan sebuah kebudayaan. Khususnya dalam musik, pola ini selalu punya kesamaan sepanjang linimasa sejarah kita. Sebagai contoh, di kurun waktu…

Selengkapnya »
Gambar diambil dari Tokopedia.com.

Merintis Pengarsipan Musik Indonesia


Penyakit laten negeri ini adalah enggan menengok ulang sejarah, terlalu malas mengumpulkan arsip segala hal. Termasuk mengumpulkan segala hal tentang musik. Almanak Musik Indonesia 2005 – 2015 (selanjutnya disebut AMI) adalah sebuah rintisan, berusaha mengobati penyakit laten tersebut dengan cara mengarsipkan musik nusantara. Disusun oleh Kelik M. Nugroho, buku ini terbagi ke dalam empat bab: Kronik Musik Indonesia, Kelompok Musik…

Selengkapnya »
Foto dari boredpanda.com

Makan


Salah satu petuah utama orang tua saya—dan barangkali orang tua semua orang—semasa kecil adalah agar tidak lupa berdoa sebelum makan. Petuah tersebut kemudian menjadi ritual yang diterapkan semua orang sebelum makan, memohon kepada Yang Maha Esa agar makanan yang disantap menjadi berkah bagi tubuh. Doa ini bersalut rasa syukur karena masih mampu mengunyah renyahnya brokoli dan gurihnya tempe goreng hari…

Selengkapnya »