Kategori : Ulasan

Gambar diambil dari Tokopedia.com.

Merintis Pengarsipan Musik Indonesia


Penyakit laten negeri ini adalah enggan menengok ulang sejarah, terlalu malas mengumpulkan arsip segala hal. Termasuk mengumpulkan segala hal tentang musik. Almanak Musik Indonesia 2005 – 2015 (selanjutnya disebut AMI) adalah sebuah rintisan, berusaha mengobati penyakit laten tersebut dengan cara mengarsipkan musik nusantara. Disusun oleh Kelik M. Nugroho, buku ini terbagi ke dalam empat bab: Kronik Musik Indonesia, Kelompok Musik…

Selengkapnya »

Variasi Pada Jalan Pulang


Grup musik pop-balada Yogyakarta, Jalan Pulang, merilis mini album (EP) terbaru pada 6 Agustus lalu. Ini adalah rilisan kedua mereka setelah album panjang pertama bertajuk Jalan Pulang diluncurkan pada 2012 silam. Secara konsep, album yang diberi judul Variasi Pada Tema Pulang ini berbeda dengan yang sebelumnya. Irfan Rizky Darajat, penulis lagu dan vokalis Jalan Pulang, kali ini bermain solo tanpa…

Selengkapnya »

Dari Pemuda E untuk Dea Anugrah: Sebuah Resensi yang Disadur


Sutter Cane pernah membuat New Hamphsire kisruh akibat bukunya yg berjudul In The Mouth Of Madness. Arthur Harahap pernah membuat sebuah kota gempar lewat kejadian bunuh diri beruntun warga kota selepas membaca Kopi Kepik. Lalu, apa akibat yang akan terjadi jika membaca kumpulan cerita pendek Dea Anugerah yang berjudul Bakat Menggonggong? Surel dari Pengirim Misterius “Dalam kumpulan cerita pendek pertamanya…

Selengkapnya »
Tiga lukisan karya Ignasius Dicky Takndare dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta, 15 - 23 Oktober 2016. Lukisan ini dipamerkan bersama karya Albertho Wanma dengan mengangkat tema "Remahili" atau ratapan. (Serunai/Idha Saraswati)

Yang Terungkap Lewat Ratapan


Bagaimana jika orang Papua mengungkapkan kisah tentang kampung halamannya melalui karya seni rupa? Albertho Wanma (30) dan Ignasius Dicky Takndare (28), dua perupa asal Papua, menjawab pertanyaan itu dengan memamerkan karya mereka di Bentara Budaya Yogyakarta, Kota Yogyakarta, pada 15 – 23 Oktober lalu. Selama sepekan, mereka memamerkan karya berupa lukisan, patung, instalasi serta performance art yang berkisah tentang kampung…

Selengkapnya »

Eksperimen Alih Wahana dalam “Bank Pasar Rakyat”


Forum Aktor Yogyakarta (FAY) menggagas sebuah pementasan berjudul “Bank Pasar Rakyat”. Eksperimen alih wahana menjadi proses yang ditempuh untuk menciptakan pementasan teater yang holistik. Berpartisipasi dalam perhelatan “Festival Teater Yogyakarta 2016”, FAY menggagas sebuah pementasan teater dengan naskah berjudul “Bank Pasar Rakyat”. Naskah ini berangkat dari dinamika perekonomian masyarakat di tingkat mikro yang terjadi di sekitar awal tahun 1990. Bukan…

Selengkapnya »

Moshing Bersama Nasida Ria


Sekumpulan penonton muda urban tak kuasa menolak panggilan badan untuk bergoyang ketika irama kasidah berkumandang. Antusiasme penonton mulai naik ketika belasan perempuan berbusana panjang warna merah marun yang serasi dengan kerudungnya tertatih-tatih menuruni lereng bukit yang licin seusai hujan. Dituntun panitia, beberapa dari mereka bahkan merasa perlu melepas selopnya agar bisa berjalan dengan lebih leluasa menuju panggung. Penonton yang semula…

Selengkapnya »

Pesona Silat Jawa Minang


Berbeda dengan silat lazimnya yang kerap dilakukan di lapangan olahraga, malam itu beragam gerak silat seperti gerak memukul, menendang, bertahan hingga posisi kuda-kuda, dipergelarkan di arena pertunjukan. Sebuah pertunjukan dalam bingkai tari kontemporer bertajuk Pesona Silat Jawa Minang dihelat di empat tempat, yakni: Gedung Hoeriyah Adam ISI Padang Panjang pada 12 Agustus 2016, Taman Budaya Surakarta Jawa Tengah pada 6…

Selengkapnya »

Seni Kampanye Menolak Pemilu


Pelaku seni yang melek politik di Indonesia aktif merespons situasi, termasuk ketika masa pemilihan umum tiba. Musisi hingga perupa berupaya memberikan pendidikan politik dengan cara mereka. Melihat hasil pemilu dan dampaknya bagi warga akar rumput saat ini, pesan yang mereka bagikan terasa kian relevan. Petikan gitar disambut tepukan jimbe dan lengkingan harmonika pelan-pelan membuka lagu berjudul “Pilu Pemilu” yang dinyanyikan…

Selengkapnya »
Buku "Pendidikan Jasmani dan Kesunyian" karya Beni Satryo. (Gambar dari ardiwilda.com)

Tawa dalam Pwissie Beni Satryo


Pwissie Beni Satryo dan munculnya kembali gerakan puisi mbeling. Saya menandaskan pembacaan terhadap buku puisi Pendidikan Jasmani dan Kesunyian dalam waktu  singkat. Tidak sampai satu hari. Ini dimungkinkan oleh tiga hal. Pertama, buku puisi karya Beni Satryo ini tak terlalu tebal. Hanya 63 halaman. Kedua, puisi-puisi di buku ini relatif pendek. Tak ada puisi naratif yang panjang. Semua puisi dalam…

Selengkapnya »

Membaca Setelah Boombox Usai Menyalak


Bagaimana jadinya jika seorang rapper paling disegani di kancah musik nusantara menerbitkan sebuah buku? Tentu buku tersebut akan berisi pelbagai gagasan yang bernas dan lugas, menyalak galak. Buktinya adalah bunga rampai bertajuk Setelah Boombox Usai Menyalak karya Herry Sutresna alias Morgue Vanguard alias Ucok, dedengkot kolektif rap asal Bandung Homicide. Berikut ulasannya oleh Ferdhi Putra. Saya adalah salah satu dari…

Selengkapnya »