Tag Archives : film

(Hasrat) Yang Kini Terbaring


“Cinema is the ultimate pervert art. It doesn’t give you what you desire, it tells you how to desire.” –Slavoj Žižek Saya merasa perlu mengawali tulisan ini dengan kutipan dari pernyataan filsuf kontroversial Slovenia, Slavoj Žižek. Pernyataan tersebut ia lontarkan sebagai pembuka dalam film yang ia bintangi The Pervert’s Guide to Cinema (2006). Dalam pemahaman Žižek, hasrat (desire) bukanlah sesuatu…

Selengkapnya »
Wiji Thukul (Ilustrasi oleh Bambang Nurdiansyah)

Jalan Sunyi Seorang Cadel


“Bapak bali kapan?” Film ini diawali dengan pertanyaan “Bapak pulang kapan?” Pertanyaan tersebut tak pernah terjawab hingga hari ini. Tiada yang tahu persis kapan Wiji Thukul, aktivis cum penyair ini, akan pulang—jika ia masih hidup. Atau kapan ia meninggal—bilamana memang nyawanya telah meregang. Sosok Wiji raib bersama belasan aktivis anti orde baru lainnya, seiring dengan mangkatnya Soeharto dari kekuasaan selama…

Selengkapnya »

Laku Seni Sekar Sari


Nama Sekar Sari mulai dikenal secara luas berkat aktingnya yang apik dalam film Siti karya sutradara Eddie Cahyono. Terlebih ketika film ini mendapat sorotan luar biasa pascamenyabet penghargaan sebagai film terbaik Festival Film Indonesia 2015. Pada tahun berikutnya, Sekar diganjar penghargaan sebagai pemeran wanita terbaik Usmar Ismail Award 2016. Namun, berperan sebagai tokoh utama Siti hanyalah salah satu kepingan dari…

Selengkapnya »

Kisah Salim Kancil dan Tosan Diangkat dalam Film


Kisah-kisah konflik agraria yang kian marak di berbagai wilayah memantik ide sejumlah pegiat agraria untuk mengangkatnya dalam bentuk film. Selain sebagai dokumentasi, film semacam itu juga menjadi media mengampanyekan penyelamatan lingkungan dan ruang hidup di dalamnya kepada publik. Seorang lelaki tengah melaju di atas sepeda motor. Kamera melihatnya berlalu, untuk kemudian mengikutinya dari belakang sehingga tulisan di atas kaus yang…

Selengkapnya »

Ismail Basbeth: Film Bagus Harus Punya Makna Lebih Dalam


Lahir di Wonosobo, di sebuah desa adem ayem tanpa tuntutan keras ritme hidup cepat a la perkotaan, tak lantas membuat Ismail Basbeth lambat berkarya. Etos kerja sutradara kelahiran tahun 1985 tersebut di bidang montase terbilang luar biasa. Terbukti selama sepuluh tahun terakhir, sutradara yang memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi tersebut telah merilis setidaknya 10 film pendek dan 3 film…

Selengkapnya »