Jono Terbakar Rilis “Ziarah” pada Makjega Gig Volume 1

Duo akustik yang mendaku memainkan musik acoustic heavy-mental, Jono Terbakar, melepas mini-albumnya yang berjudul Ziarah, Sabtu (15/4) yang lalu. Mini album tersebut merupakan hasil kolaborasi antara mereka dengan BW Purbanegara, sutradara film dengan judul yang sama, Ziarah.

Tanpa hingar bingar, duo yang digawangi oleh Nihan Lanisy dan M. N. Hidayat ini memilih melepas album mereka dengan konsep gigs yang diselenggarakan secara tiba-tiba. Tak heran, tajuk acara malam itu adalah Makjega-Gig Volume 1.

Acara yang diselenggarakan di sebuah warung sate klathak tersebut mengundang tak kurang 20 orang yang datang. Tanpa soundsystem apa pun, mereka yang datang menjadi saksi atas pesta rilis album yang sederhana tersebut. “Untung yang datang tidak terlalu banyak, karena kami sengaja tidak menyediakan sound system supaya acara lebih intim,” jelas Nihan Lanisy, inisiator Makjega-Gig Vol. 1 yang sekaligus frontman Jono Terbakar dalam rilis persnya.

Sebelum Jono Terbakar naik pentas, acara tersebut terlebih dahulu dibuka oleh tiga lagu dari sebuah band eksperimental asal Solo, Teguh Pawiro. Baru setelahnya, Jono Terbakar membakar gelaran intim malam itu dengan delapan lagu. Masing-masing empat lagu diambil dari mini-album Ziarah dan dari album penuh mereka, Dunyaakhirat.

Lagu-lagu dengan lirik jenaka a la Jono Terbakar membuat suasana malam itu ceria dan cair. Setelah menunaikan delapan lagu yang dibawakan, acara berlanjut menuju sesi artist talk. Dalam sesi tersebut, Jono Terbakar bersama BW Purbanegara menceritakan proses kolaborasi mereka hingga akhirnya lahir mini-album Ziarah tersebut. Acara malam tersebut ditutup dengan dua kabar gembira. Pertama, film Ziarah akan segera tayang di bioskop. Kedua, mini-album Ziarah dapat didengarkan di beberapa situs penyedia layanan musik digital.

Save

Redaksi Serunai

Redaksi Serunai

Serunai adalah media yang menyajikan dan membahas berbagai aktivitas seni dan budaya sebagai bagian dari cara hidup manusia. Serunai menyajikan seni yang tidak terbatas pada produk seni di ruang pameran maupun panggung pertunjukan. Lebih dari itu, Serunai ingin menggali, menjadi saksi sekaligus mendokumentasikan peristiwa seni dan budaya yang merupakan wujud dari cara manusia berhubungan dengan sesamanya, dengan alam lingkungannya, maupun dengan spiritualitasnya.
Redaksi Serunai

Latest posts by Redaksi Serunai (see all)